Logbook KKN hari ke-6
Logbook Kuliah Kerja Nyata (KKN)
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Hari ke : 6
Hari : Jum'at
Tanggal : 02 Agustus 2024
Kegiatan : Ikut membantu kegiatan Posyandu, Mengajar Mengaji dan Bersilaturahmi dengan RW 13
Deskripsi :
Membantu Kegiatan Posyandu
Sejak shubuh, saya sudah bersiap-siap untuk pergi ke Posyandu, sesampainya di Posyandu, saya tertarik untuk memegang bagian menggunakan alat tensi bermerk Omron, caranya cukup mudah, memasangkan alatnya ke lengan bagian atas setelah siku, lalu menekan tombol power. Setelah itu, cukup menunggu hasilnya sampai angka berhenti. Berdasarkan informasi pegawai Posyandu disana, untuk tensi diatas 150 termasuk darah tinggi, dan dibawah 100 termasuk darah rendah. Namun semua itu tergantung kondisi seseorang, usia, dan lain-lain.
Setelah menunggu masyarakat yang belum datang, saya berkesempatan untuk menimbang dan mengukur tinggi badan anak, bergantian dengan Khoirun Nisa dan Asri. Setelah tugas yang cukup melelahkan, Bu Oom, selaku penanggungjawab kami selama disana memberi mie bakso gratis kepada semua yang bertugas di Posyandu, disamping dari awal memang kami disuguhi kue-kue tradisional yang cukup modern, seperti dadar gulung cokelat isi pisang cokelat, dan lain-lain. Betapa bahagianya :D.
Sesudah itu, saya ikut mengobrol dengan salah satu pegawai Puskesmas Majalaya, isi dari pembicaraan tersebut kurang lebih mengenai bagaimana PR terbesar adalah merubah kebiasaan yang kurang baik menjadi baik, seperti cuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, sampai memantau septic tank yang ada di masyarakat dan periksa ke Posyandu meskipun lansia karena pada dasarnya, Posyandu tidak hanya menyediakan untuk bayi saja, namun remaja, sampai lansia. Selain itu, mereka juga bertugas untuk mengedukasi masyarakat tentang pernikahan contohnya tidak boleh menikah di usia 19 tahun kebawah dan rutin meminum obat cacing tiap minggu karena kita tidak pernah tahu, apa yang ada di tangan dan kaki kita saat lupa mencuci tangan dan memakai alas kaki di tempat-tempat yang belum tentu steril.
Mengajar Mengaji
Kebetulan, sore ini, saya yang ditugaskan untuk pergi mengajar mengaji, seperti biasa, mengajar level Qur'an dan Iqra. Selain itu, saya juga berkesempatan untuk memperhatikan bagaimana cara mengajarkan tajwid secara singkat dan interaktif ala Ustadz Mukti. Saat itu, beliau mengajar hukum Idgham, termasuk Idgham bi Ghunnah dan Idgham bi Laa Ghunnah.
Silaturahmi dengan RW 13
Malamnya, saya ikut bersama Jundi, Haykal, Evan, Asri, dan Dewi untuk datang ke RA Ibnu Hayyan, setidaknya, saya mengetahui bahwa terdapat potensi yang memang perlu dilestarikan disana, yakni Pencak Silat yang bernama Pusaka Sinar Putra Harapan dibawah naungan PPSI. Disana, kami diajak untuk menyaksikan latihan mereka sebagai persiapan untuk berpartisipasi dalam sebuah festival. Bahkan, bila mereka bisa lolos seleksi perlombaan dari tingkat rendah sampai tinggi akan ikut serta dalam PON.
Anggota dari komunitas ini terdiri dari SD sampai Kuliah. Untuk latihannya itu setiap malam Selasa, Kamis, dan Sabtu bila ada festival saja. Untuk latihan rutinnya hanya 1 minggu 1 kali.
Dokumentasi :



Komentar