Logbook KKN hari ke-5

 Logbook Kuliah Kerja Nyata (KKN) 

UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Hari ke     : 5

Hari          : Kamis

Tanggal    : 01 Agustus 2024

Kegiatan  : Bersilaturahmi dengan SDN Bojong 02 dan mengajar mengaji anak-anak

Deskripsi : 

Silaturahmi dengan SDN Bojong 02

Sekitar jam 8 pagi, saya mengikuti anak-anak kelas 5 SDN Bojong 02 yang sedang berjalan santai yang diakhiri botram--istilah untuk makan bersama menggunakan tempat makan* di Taman Namicalung. 

Disana, saya berkenalan dengan mereka dan saya juga bertanya ke beberapa murid mengenai nama dan oleh siapa mereka dibuatkan sarapan, dari 4 anak yang saya tanyai, 3 diantaranya dibuatkan oleh ibunya, sedang yang satunya membeli nasi kuning.

Dari perkenalan tersebut, saya melihat anak-anak cukup antusias dengan kehadiran kelompok 142 di hadapan mereka.

Meskipun saya diberi buku absen oleh pak gurunya (Anbiya), namun saya belum menggunakannya mengingat situasi yang ada belum memungkinkan untuk ke arah yang lebih formal, dan saya merasa sulit menemukan waktu yang tepat untuk mengabsen sehingga saya hanya menghampiri 4 siswa diatas.

Setelah berkenalan dengan siswa dan salah satu guru olahraganya, saya juga ikut datang ke sekolahnya, untuk bersilaturahmi dengan kepala sekolah di SD tersebut.

Terlihat, kami disambut dengan hangat karena pembicaraannya cukup berlangsung lama, mungkin 1 jam lebih, baik dengan kepala sekolahnya atau guru-guru lainnya. Dalam pembicaraan tersebut, kami membahas hal-hal yang berkaitan dengan administrasi, program-program apa saja yang tersedia, sampai kepada output dari pelaksanaan program-program yang ditawari sekolah yang salah satunya untuk mengikutsertakan siswa-siswa dalam lomba agustusan.

Mengajar Anak-Anak

Meskipun terdapat 2 kelas yakni A dan B. Sore ini, perwakilan kelompok 142 hanya fokus mengajar mengaji untuk kelas B.

Karena kami datang lebih awal, saya dapat memperhatikan bagaimana ustadz Mukti mengkondisikan anak-anak agar duduk rapi dan memperhatikan. Entah itu dengan tepuk-tepukkan (tepuk anak shaleh, dan tepuk semangat), atau kalimat "duduk siap" sebagai attention getters.

Selanjutnya, saya mengajar mengaji anak-anak dari level Iqro sampai Qur'an. Ada anak yang kelihatannya memang belum siap ke Iqro level atas tetapi untuk mengenalkan kepadanya hal baru juga bukan sesuatu yang tidak boleh sehingga akhirnya, saya mengikuti apa yang ada karena mungkin, mereka dapat tertarik terlebih dahulu untuk belajar membaca Iqro level atas meskipun belum cukup menguasai iqro level bawah.

Tetapi, untuk anak-anak yang sudah berada di level Qur'an, mereka sudah menguasai huruf-huruf hijaiyah beserta harakatnya, dan sedang dalam proses memahami tajwid dan tahsin.

Setelah sesi belajar mengaji, dilanjut mengajari mereka tajwid secara teori beserta contohnya, yakni hukum izhar halqi. Disana, siswa menulis apa yang ditulis oleh rekan saya (Asri Libasul Ilmi) di papan tulis, lalu selanjutnya, teman saya tersebut menjelaskannya kepada mereka.

Dokumentasi :





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logbook KKN hari ke-10

Logbook KKN hari ke-22

Logbook KKN hari ke-31