Logbook KKN hari ke-2
Logbook Kuliah Kerja Nyata (KKN)
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Hari ke : 2
Hari : Senin
Tanggal : 29 Juli 2024
Kegiatan : Pembukaan dan bersilaturahmi dengan Karang Taruna
Deskripsi :
Pembukaan dan Bersilaturahmi dengan Karang Taruna
Pada tanggal 29 Juli 2024, segenap perangkat Desa Bojong yang menghadiri acara pembukaan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini dilaksanakan di GOR Desa Bojong.
Praktek KKN kali ini dilaksanakan oleh 38 mahasiswa UIN
Sunan Gunung Djati Bandung yang datang dari beragam fakultas. Di antaranya
berasal dari jurusan sains, bahasa, hingga keagamaan. Dengan alasan tersebut,
tentunya diharapkan agar semua pelajaran yang diterima di bangku perkuliahan
baik materi ataupun non-materi dapat diaplikasikan secara proporsional sesuai
dengan keahliannya pada masing-masing bidang.
Sambutan yang hangat dari pihak pemerintahan desa dan
seluruh elemen masyarakat Desa Bojong menjadikan acara pembukaan berlangsung
secara baik dan khidmat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC,
dilanjut kepada melantunkan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia
Raya beserta Hymne UIN, sambutan-sambutan, pembukaan KKN Sisdamas secara
simbolik, hingga ditutup dengan do'a. Acara pembukaan KKN ini diharap dapat
menjadi awal yang baik untuk menyampaikan tujuan kepada masyarakat sekitar.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan diri melalui
perwakilan dari masing-masing kelompok dan memperkenalkan jargon yang berbunyi
“menyatukan sinergi, mengabdi dengan hati, maju bersama”.
Dengan sambutan yang hangat dari masyarakat Desa Bojong,
kami mengungkapkan ucapan terimakasih, juga karena telah mempersilahkan
mahasiswa melakukan praktek pengabdiannya di desa Bojong.
Pada malam harinya, kami kelompok 142 mencoba untuk bersilaturahmi dengan Karang Taruna di Desa Bojong, baik yang laki-laki, maupun perempuan. Saya pribadi berkenalan dengan sekretaris Karang Taruna, dimana ada dua orang, laki-laki dan perempuan. Saya bertanya mengenai mengapa Desa Bojong bisa seguyub (sekompak) ini, lalu mereka menjawab bahwa ini karena ada yang mengajak, atau dengan kata lain, banyak penggerak yang bisa menghidupkan desa dengan kegiatan-kegiatan yang salah satunya dikelola oleh Karang Taruna.
Dokumentasi
Komentar